Selasa, 16 Juni 2015

Namsan Tower

Processed with VSCOcam with hb2 preset
Sejak dahulu, manusia mewartakan puja-puji cinta melalui puisi, melalui surat, melalui lukisan, melalui lagu, ataupun melalui monumen dan bangunan yang diabadikan atas nama cinta terhadap sang kekasih. Kita pun masih bisa menyaksikan peninggalan tersebut. Cobalah tengok puisi-puisi romantis karangan penyair Inggris, perempuan mana yang tak meleleh dibuatnya. Saya pun mengidolakan seorang penyair Inggris, Sir John Suckling (1609-1641), yang termasuk dalam angkatan Cavalier Poets.* Puisi-puisinya saya temukan dalam sebuah buku kumpulan puisi klasik Inggris bersampul kulit cokelat, yang penuh debu tak tersentuh di rak Perpustakaan FIB UI. Buku itu kusam dan kertasnya menguning, robek sana-sini, dan rasanya ingin saya simpan saja di rumah.
But love is such a mystery,
I cannot find it out,
For when I think I’m best resolved,
I then am in most doubt.**
Sejarah juga mencatat, ada sebuah situs warisan dunia UNESCO yang sangat terkenal hingga pelosok dunia, yang menyimbolkan pengabdian cinta, di India. Taj Mahal. Monumen megah yang dibangun selama dua puluh dua tahun ini merupakan sebuah makam yang dipersembahkan oleh Kaisar Mughal Shāh Jahān kepada istrinya, Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal, yang meninggal saat melahirkan putri mereka. Kaisar Mughal kemudian bersumpah takkan menikah lagi.
Saat ini mungkin tak semua orang dapat mengungkapkan kecintaannya seperti itu. Kita tak mungkin tiba-tiba membangun sebuah candi atau kastil untuk kekasih. Namun, ketika saya berkunjung ke Seoul pada musim dingin tahun 2008 (ya, tujuh tahun lalu), saya menemukan hal yang sangat menarik di N Seoul Tower, atau yang lebih populer disebut Namsan Tower.
Di halaman Namsan Tower terdapat pagar-pagar yang dipenuhi oleh Gembok Cinta atau Love Lock. Saya sangat beruntung karena bisa melihat bagaimana ritual memasang gembok cinta itu baru berawal.Waktu itu gembok cinta memang belum tren dan menghebohkan seperti sekarang. Hanya ada beberapa gembok yang bergelantungan.
Saya ingat, waktu itu masih bisa berjalan-jalan dengan santai dan tenang saat berkeliling Seoul. Berbeda dengan sekarang, turis sangat ramai dan padat di mana-mana. Ketika kembali lagi ke Seoul pada tahun 2011, tempat gembok cinta itu berubah drastis. Semua pagar dipadati oleh gembok berwarna-warni beragam rupa. Bahkan, dibangun beberapa pohon besi untuk menampung ratusan ribu gembok yang dipasang pemuda-pemudi kasmaran dari seluruh dunia.
Love Lock di Namsan Tower pada tahun 2008
Love Lock di Namsan Tower pada tahun 2008
Love Lock di Namsan Tower pada tahun 2011
Love Lock di Namsan Tower pada tahun 2011
Panorama Gunung Namsan dan Kota Seoul dari Observatory Deck
Panorama Gunung Namsan dan Kota Seoul dari Observatory Deck
Namsan Tower merupakan menara tertinggi (236 m) di Seoul yang berada di Gunung Namsan. Menara yang memiliki ruang observasi, museum, toko suvenir, dan restoran ini dibangun pada tahun 1969 dan selesai dua tahun kemudian. Pada 15 Oktober 1980 menara ini pun dibuka pertama kalinya untuk umum. Namsan Tower merupakan menara gelombang radio pertama di Korea, yang menyiarkan gelombang radio dan televisi di Seoul. Saat ini masih beroperasi untuk stasiun televisi KBS, MBC, dan SBS.
Kepopuleran Namsan Tower sebagai tempat memasang gembok cinta didukung oleh promosi yang sangat baik dari pemerintahnya. Departemen pariwisata Negeri Ginseng ini selalu mempromosikan setiap destinasi wisatanya dengan gencar. Dunia hiburan pun turut mendukung, buktinya Namsan Tower beberapa kali ditampilkan dalam drama, film, ataupun iklan komersial. Bagi pecinta serial drama Korea pasti tahu bahwa tempat ini pernah ditampilkan dalam drama “My Love from the Stars”.
Sebelum memasang sepasang (atau lebih) gembok cinta di Namsan Tower, pengunjung biasanya sudah mempersiapkan gemboknya. Ada yang ditulisi nama sepasang kekasih, pepatah-pepatah cinta, ataupun impian dan pengharapan cinta. Bahkan, ada beberapa yang ditempeli foto stiker pasangan yang sedang berciuman atau berpelukan.
Jika belum punya gembok, toko di dekat halte bus Namsan Tower juga menjualnya. Setelah memasang dan mengunci gembok cinta di tempat yang diinginkan, ritualnya adalah melempar kuncinya ke bawah gunung. Filosofinya adalah cinta sang pemilik gembok takkan terpisahkan selamanya. Hal itu masih dilakukan pada tahun 2008, tetapi kini tersedia tempat penyimpanan kunci yang berbentuk seperti kotak pos di sana. Ini tindakan yang tepat. Sebab, kita tak ingin mengusik kelestarian hutan dengan kunci-kunci berkarat, bukan?
Senada dengan Korea, pemerintah Prancis baru-baru ini mengambil sikap terhadap tren gembok cinta di negaranya. Pagar-pagar kawat di Pont des Arts yang keberatan beban akibat dipenuhi gembok telah diganti karena membuat jembatan mungil di Sungai Seine itu hampir runtuh. Bahkan, pengunjung diimbau agar tak memasang gembok cinta lagi di sana. Akan tetapi, saat saya menuju Menara Eiffel dan melewati Passerelle Debilly, saya melihat banyak gembok yang mulai memadati jembatan itu. Tampaknya turis kasmaran selalu menemukan tempat untuk menobatkan cinta.
Di Indonesia, tepatnya di Jakarta, tren gembok cinta ini justru baru dimulai. Di jembatan Le Bridge di area Taman Impian Jaya Ancol terdapat sebuah papan kayu berbentuk hati tempat pengunjung bisa memasang gembok cinta. Tempat ini disebut Dermaga Hati. Saya pun penasaran ingin melihatnya.
Begitulah, hingga kini turis dari berbagai negara selalu singgah ke Namsan Tower karena citranya sebagai tempat paling romantis di Seoul. Pasangan kekasih berbondong-bondong mengikrarkan cintanya di sana. Saya sendiri belum pernah memasang gembok cinta di sana karena pertama kali datang sendiri dan kedua kalinya bersama adik saya. Kapan kira-kira saya bisa kembali ke sana, ya?
Love Lock yang memenuhi pagar Roof Terrace di Namsan Tower
Love Lock yang memenuhi pagar Roof Terrace di Namsan Tower
Panorama dari Roof Terrace juga sangat indah
Panorama dari Roof Terrace juga sangat indah
Halte Namsan Shuttle Bus di Namsan Tower
Halte Namsan Shuttle Bus di Namsan Tower
Suasana jalan menuju Namsan Tower
Suasana jalan menuju Namsan Tower
Panorama Kota Seoul yang terbagi dua oleh Sungai Hangang
Panorama Kota Seoul yang terbagi dua oleh Sungai Hangang
Time Capsule di Namsan Park yang ditanam pada tahun 1985 dan akan dibuka 500 tahun kemudian
Time Capsule di Namsan Park yang ditanam pada tahun 1985 dan akan dibuka pada tahun 2485
Puncak Namsan Tower
Puncak Namsan Tower
Transportasi Menuju Namsan Tower
  • Namsan Sunhwan Shuttle Bus
Naik kereta bawah tanah ke Stasiun Itaewon (Subway Line 6) lalu keluar di Exit 4, atau Stasiun Hangangjin (Subway Line 6) keluar di Exit 2, dan carilah bus nomor 03 dengan tujuan Namsan Tower.
Bisa pula turun di Stasiun Chungmuro (Subway Line 3 & 4) lalu keluar di Exit 2, atau Stasiun Dongguk University (Subway Line 6) keluar di Exit 2, dan lanjut dengan bus nomor 02 atau 05. Bus berhenti di kaki Gunung Namsan dan kita harus berjalan kaki beberapa ratus meter ke atas (taksi dan bus dilarang memasuki wilayah Namsan Tower). Harga tiketnya adalah 950 won sekali jalan dan bus datang setiap 15 menit. Bus beroperasi dari pukul 7.30 hingga 23.30.
  • Cable Car
Jika ingin merasakan sensasi berbeda, bisa juga naik cable car. Dari Stasiun Myeongdong (Subway Line 4) keluar di Exit 3, lalu jalan sekitar 10 menit ke arah kanan jalan di Pacific Hotel. Setelah bertemu persimpangan Hoehyeon, berjalanlah menuju Namsan Tunnel #3 dan naik Namsan Oreumi Elevator (gratis) menuju stasiun cable car. Harga tiket sekali jalan untuk dewasa adalah 6.000 won dan anak-anak 3.500, sedangkan untuk pergi-pulang masing-masing 8.500 won dan 5.500 won. Cable car ini buka pada pukul 10.00 hingga 23.00.
  • Seoul City Tour Bus
Tunggu busnya di Donghwa Duty Free di Gwanghwamun Plaza (Stasiun Gwanghwamun, Subway Line 5 Exit 6). Bus ini datang setiap 30 menit pada pukul 09.00-19.00. Untuk bus malam, biasanya hanya datang dua kali sehari, yaitu pada pukul 19.50 dan 20.00.
N Seoul Tower (Namsan Tower)
Seoul-si Yongsan-gu Namsangongwon-gil 126 (Yongsan-dong 2-ga 1-3), Korea
Telepon: +82-2-3455-9277 (Korean, English, Japanese, Chinese)
Laman: www.nseoultower.co.kr (Korean, English)
Buku: 09.00-23.00
Tiket masuk: silakan cek di sini.
*) Cavalier Poets adalah istilah untuk para penyair Inggris pada abad ke-17 yang kebanyakan berasal dari golongan pendukung Raja Charles I pada era Perang Sipil Inggris.
**) Kutipan dari bait keempat puisi “I Prithee Send Me Back My Heart” karangan Sir John Suckling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar